
JAKARTA, wartametropolitan.com – Ibu kota Indonesia, Jakarta mencatat lonjakan prestasi dalam hal keamanan kawasan. Berdasarkan laporan Global Residence Index edisi 16 Januari 2026, DKI berhasil menempati posisi kedua sebagai kota teraman di Asia Tenggara.
Peringkat tersebut menempatkan Jakarta tepat di bawah Singapura yang berada di posisi pertama. Capaian ini menjadi lompatan signifikan, mengingat sebelumnya Jakarta kerap berada di posisi tengah dalam daftar kota-kota ibu kota di kawasan ASEAN.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku terkejut sekaligus bangga atas pencapaian tersebut. Ia menilai, hasil ini merupakan buah dari kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban kota.
“Jakarta yang selama ini dari 13 kota di ASEAN, ibu kota-ibu kota ASEAN, selalu biasanya nomor enam, nomor tujuh. Jakarta sekarang nomor dua, nomor satu Singapura,” kata Pramono.
Menurutnya, sejumlah kebijakan turut berkontribusi terhadap peningkatan rasa aman di ruang publik. Salah satunya adalah pembukaan kawasan Monumen Nasional untuk berbagai aktivitas masyarakat.
Selain itu, penyelenggaraan beragam perayaan keagamaan seperti Natal, Imlek, Nyepi, hingga Idulfitri di ruang publik dinilai mampu memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Kondisi tersebut, kata Pramono, mencerminkan kuatnya keberagaman yang menjadi ciri khas Jakarta sekaligus mempererat rasa kepemilikan warga terhadap kotanya.
“Bahkan salah satu menteri yang kebetulan teman saya di Singapura menyampaikan kepada saya, ‘Kok bisa Jakarta menyambut Imlek ngalahin Singapura?” kata dia.
Pramono pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga momentum positif ini dengan mempertahankan kondusivitas dan semangat toleransi di ibu kota.
Dalam laporan tersebut, Singapura mencatat skor indeks keamanan sebesar 0,90. Sementara Jakarta berada di posisi kedua dengan skor 0,72.
Adapun kota-kota lain yang masuk dalam daftar antara lain Bangkok, Vientiane, Hanoi, Kuala Lumpur, Phuket, Ho Chi Minh City, Phnom Penh, serta Manila.
Capaian ini diharapkan dapat menjadi pijakan bagi Jakarta untuk terus meningkatkan kualitas keamanan dan kenyamanan bagi seluruh warganya.




