
JAKARTA, wartametropolitan.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mengevaluasi sistem pengamanan pelintasan kereta api menyusul insiden tabrakan antara KA Argo Bromo dan Commuterline di Stasiun Bekasi Timur. Evaluasi ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.
Rano menyebut masih terdapat sejumlah pelintasan di Jakarta yang belum memiliki sistem penutupan optimal. Kondisi tersebut dinilai perlu perhatian serius guna mencegah kejadian serupa terulang.
“Jakarta memang ada beberapa lintasan yang mungkin tidak tertutup, tapi minimal ada yang jaga. Nah, ini bagian yang harus kita evaluasi,” katanya,
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan bahwa tanggung jawab pengamanan pelintasan sebidang berada di tangan pemerintah daerah. Pernyataan ini memperkuat dorongan agar Pemprov DKI segera mengambil langkah konkret.
Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga tengah melakukan upaya jangka panjang melalui pembangunan infrastruktur. Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Afan Adriansyah, menjelaskan bahwa proyek flyover di kawasan Latumenten menjadi salah satu solusi yang sedang dikerjakan.
Menurut Afan, pembangunan yang dimulai sejak akhir 2025 tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengurai kemacetan, juga meningkatkan keselamatan pengguna jalan di area pelintasan kereta.
“Antisipasi terhadap perlintasan sebidang dengan rel kereta api, DKI saat ini sedang membangun ada flyover di Jalan Latumenten. Rencananya tuntas tahun ini,” ucap dia.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mengurangi risiko kecelakaan di pelintasan sebidang, sekaligus menciptakan sistem transportasi yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.





