JAKARTA, wartametropolitan.com – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat mulai memperkuat upaya pengelolaan lingkungan melalui sosialisasi Program Kampung Iklim (Proklim) 2026. Kegiatan ini digelar pada pekan lalu dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan aparatur wilayah.

Sosialisasi tersebut menyasar camat, lurah, Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup, pengurus RW, pegiat lingkungan, hingga komunitas Rumah Kutub. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi menekan volume sampah sejak dari sumbernya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat, Imron Syahrin, menegaskan bahwa pemilahan sampah menjadi kunci utama dalam program ini. Ia menjelaskan bahwa terdapat empat kategori sampah yang harus dipisahkan, yakni organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu.

Dalam penjelasannya, sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos, sementara sampah anorganik dikelola melalui bank sampah. Adapun sampah B3 dan residu memerlukan penanganan khusus.

“Saya berharap lurah bisa mensosialisasikan dan mengedukasi pemilahan sampah kepada warga, sehingga bisa mengurangi volume sampah yang harus dibuang ke Bantar Gebang,” ujar dia.

Lebih lanjut, Imron mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengintensifkan pengurangan sampah dari hulu melalui berbagai pendekatan. Selain teknologi modern, pengolahan sederhana seperti pembuatan kompos, pupuk cair, hingga pemanfaatan maggot juga terus didorong.

“Saya imbau masyarakat untuk bijak mengolah sampah, karena, 60-70 persen sampah rumah tangga berasal sisa olahan dapur,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Ahmad Hariadi, menjelaskan bahwa edukasi kepada masyarakat tidak hanya dilakukan melalui sosialisasi formal. Pihaknya juga membentuk tim kerja yang bergerak langsung ke lingkungan warga.

Tim tersebut melibatkan unsur PPSU, PJLP Sudin Lingkungan Hidup, UKPD terkait, pengelola Bank Sampah, kader PKK, hingga Dasa Wisma. Mereka bertugas memberikan pemahaman tentang pentingnya pemilahan sampah secara berkelanjutan.

“Kami bentuk tim kerja yang memberikan edukasi pemilahan sampah yang dilakukan secara simultan, kepada setiap RW baik secara lisan, tertulis maupun daring (online),” ucap dia.

Melalui langkah ini, Pemkot Jakarta Barat berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat, sekaligus mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *