JAKARTA, wartametropolitan.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menjalin kerja sama dengan Danantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Kesepakatan ini ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) yang berlangsung di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat.

Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Kerja sama ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk menekan volume sampah di Jakarta yang terus meningkat. Pembangunan fasilitas PSEL direncanakan berlangsung di dua lokasi, yakni Bantargebang, Jawa Barat, dan Tanjungan di kawasan Kamal Muara, Jakarta Utara.

Gubernur Pramono menegaskan bahwa proyek ini merupakan upaya konkret dalam mengelola sampah secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir, guna mewujudkan lingkungan kota yang lebih bersih dan sehat.

“Hari ini Pemerintah DKI Jakarta akan melakukan penandatanganan kerja sama dengan Danantara untuk dua lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah. Satu di Bantargebang dan satunya di Tanjungan, di Kamal Muara,” kata Pramono.

Di sisi lain, pemerintah pusat menilai kerja sama ini sebagai langkah penting dalam penanganan persoalan sampah nasional, khususnya di ibu kota yang menghasilkan ribuan ton sampah setiap harinya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut, volume sampah Jakarta yang mencapai lebih dari 9.000 ton per hari membutuhkan penanganan serius dan terintegrasi.

“Penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemprov DKI Jakarta dengan Danantara untuk percepatan pembangunan PSEL DKI Jakarta menunjukkan keseriusan Pemprov DKI dan pemerintah Indonesia dalam pengelolaan sampah nasional,” katanya.

Menurutnya, kondisi darurat sampah di Jakarta telah menjadi perhatian khusus pemerintah, termasuk Presiden, sehingga dibutuhkan langkah cepat dan kolaboratif dari berbagai pihak.

Selain itu, ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendorong pengolahan sampah berbasis teknologi yang dapat menghasilkan energi listrik.

“Jakarta hari ini membuktikan bahwa arahan itu bukan sekadar angka, tapi aksi nyata. Saya mengapresiasi komitmen nyata Pak Gubernur Jakarta, Pak Mendagri juga yang terus mendukung pengelolaan sampah menjadi waste to energy ini,” ucapnya.

Dengan adanya proyek PSEL ini, Pemprov DKI Jakarta berharap dapat mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang sekaligus mengubah sampah menjadi sumber energi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *