
JAKARTA, wartametropolitan.com – Cameron Diaz memiliki cara pandang yang berbeda terhadap proses penuaan. Memasuki usia 54 tahun, bintang Charlie’s Angels itu justru tidak menjadikan kerutan atau penampilan awet muda sebagai sesuatu yang harus dikejar.
Selama bertahun-tahun, Cameron Diaz dikenal sebagai salah satu aktris Hollywood yang terbuka mengenai sikapnya terhadap standar kecantikan. Baginya, bertambahnya usia merupakan bagian alami dari kehidupan yang tidak perlu ditutupi dengan berbagai cara.
Perubahan prioritas tersebut semakin terasa setelah kehidupan keluarganya berkembang. Bersama sang suami, Benji Madden, Diaz kini lebih mengutamakan kondisi tubuh yang sehat agar dapat menjalani aktivitas keluarga dan mendampingi anak-anaknya.
Ia bahkan memiliki target pribadi yang berkaitan dengan umur panjang. Diaz ingin tetap sehat dan bugar selama mungkin karena merasa memiliki tanggung jawab untuk hadir dalam kehidupan anak-anaknya.
“Satu-satunya tekanan bagiku sekarang adalah aku harus hidup sampai usia, katakanlah, 107 tahun, tahu kan? Para wanita yang memiliki anak di usiaku ini sebenarnya 20 tahun lebih muda, dan itu situasi yang menarik karena aku tidak berada di usia itu. Dan itu sama sekali tidak masalah. Tapi aku ingin merasa bugar seperti itu demi anak-anakku. Aku hanya berusaha untuk tetap hidup sehat seperti ibu-ibu lainnya. Aku hanya berusaha menjalaninya sebaik mungkin,” kata Diaz.
Pandangan tersebut juga tercermin dari kebiasaan Diaz dalam merawat wajah. Berbeda dari tren perawatan kulit yang semakin populer, ia mengaku tidak memberikan perhatian berlebihan terhadap rutinitas kecantikan sehari-hari.
Diaz bahkan mengatakan bahwa dirinya hampir tidak pernah mencuci wajah. Jika sedang teringat, ia mungkin menggunakan produk perawatan kulit, tetapi hal tersebut bukan bagian utama dari kesehariannya.
“Aku benar-benar tidak melakukan apa-apa. Aku hampir tidak pernah mencuci muka… Mungkin dua kali sebulan kalau sedang ingat, aku akan berpikir, ‘Oh, sebaiknya aku pakai produk ini. Sekali pakai saja cukup, kan?’ Maksudku, apa cuma itu yang harus kulakukan? Aku memang tidak sedang berada di fase hidup di mana aku mencurahkan energi untuk hal itu,” tutur dia.
Sikap tersebut bukan berarti Diaz tidak pernah mencoba prosedur kecantikan. Ketika berusia 41 tahun, ia sempat menggunakan Botox. Namun, pengalaman itu justru membuatnya menyadari bahwa prosedur tersebut bukan pilihan yang sesuai dengan keinginannya.
Diaz kemudian memilih membiarkan perubahan pada wajahnya berlangsung secara alami. Ia tidak ingin kehilangan karakter wajahnya hanya demi mempertahankan penampilan yang tampak lebih muda.
“Aku lebih memilih melihat wajahku menua secara alami daripada melihat wajah yang sama sekali tidak terlihat seperti milikku sendiri,” ujarnya.
Bagi Diaz, pertambahan usia bahkan layak dipandang sebagai sebuah “hak istimewa”. Garis-garis yang muncul di wajahnya juga tidak dianggap sebagai sesuatu yang perlu disembunyikan karena merupakan bagian dari perjalanan hidup.
Sikapnya terhadap penampilan kini semakin tegas. Diaz mengaku tidak lagi menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan bagaimana dirinya terlihat di depan orang lain.
“Aku tidak peduli. Sungguh, hal terakhir yang kupikirkan setiap harinya—atau bahkan mungkin tidak terpikirkan sama sekali sepanjang hari—adalah seperti apa penampilanku,” ucap Diaz.
Setelah sekitar satu dekade menjauh dari industri Hollywood, Cameron Diaz kembali dengan perspektif yang lebih matang. Dunia hiburan tetap menjadi bagian dari kehidupannya, tetapi tekanan untuk selalu terlihat sempurna tidak lagi menjadi pusat perhatian.
Bagi Diaz, menjaga kesehatan agar dapat menjalani kehidupan bersama keluarga menjadi jauh lebih penting daripada sekadar mempertahankan wajah muda. Cara pandangnya itu sekaligus menunjukkan bahwa baginya, menua bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan bagian dari kehidupan yang patut dijalani dengan penuh kesadaran.





