JAKARTA, wartametropolitan.com – Rose BLACKPINK dikabarkan membuat keputusan yang cukup mengejutkan di tengah popularitasnya yang terus menanjak. Penyanyi kelahiran 1997 itu disebut menolak tawaran kerja sama endorsement dari sebuah merek teh asal Tiongkok dengan nilai mencapai sekitar 10 miliar won Korea Selatan.

Jika dikonversikan, nilai tawaran tersebut setara dengan sekitar 7,2 juta dolar AS atau lebih dari Rp100 miliar. Tawaran bernilai fantastis itu disebut diberikan untuk menjadikan Rosé sebagai wajah merek dalam upaya memperluas pasar produk tersebut ke berbagai negara.

Kabar mengenai tawaran tersebut pertama kali diberitakan The Korea Herald pada 30 Agustus 2026. Informasi itu kemudian turut diberitakan sejumlah media Korea hingga 2 September, termasuk Ilgan Sports dan Sports Kyunghyang.

Namun, kabar tersebut belum mendapatkan konfirmasi langsung dari Rosé maupun agensinya. Laporan yang beredar disebut bersumber dari pihak industri yang identitasnya tidak diungkapkan.

Selain tawaran dari merek teh, Rosé juga dikabarkan memiliki kerja sama lain yang tidak berujung pada kesepakatan. Proyek dengan sebuah merek sampanye yang telah dibicarakan selama hampir satu tahun disebut akhirnya dibatalkan.

Pembatalan tersebut dikaitkan dengan ketidakpuasan Rosé terhadap rancangan botol edisi khusus yang diajukan untuk kerja sama tersebut. Meski demikian, tidak ada pernyataan resmi dari pihak Rosé mengenai alasan di balik keputusan tersebut.

Sejumlah sumber industri kemudian menilai sikap Rosé dalam memilih kerja sama komersial menunjukkan perubahan posisi sang penyanyi di industri hiburan. Ia disebut kini memiliki kendali yang lebih besar terhadap citra dan berbagai hal yang ingin dikaitkan dengan namanya.

Perubahan tersebut tidak terlepas dari pencapaian musik Rosé dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu momentum penting terjadi ketika lagu “APT.” yang merupakan kolaborasinya bersama Bruno Mars berhasil menjadi hit secara global.

Kesuksesan lagu tersebut turut memperkuat posisi Rosé sebagai penyanyi yang mampu membangun popularitas secara mandiri. Namanya tidak lagi hanya dikaitkan dengan statusnya sebagai salah satu anggota BLACKPINK.

Kondisi itu membuat keputusan Rosé dalam memilih tawaran komersial menjadi semakin diperhatikan. Tawaran bernilai besar sekalipun disebut tidak otomatis membuatnya menerima sebuah kerja sama apabila produk maupun konsepnya dinilai tidak sesuai dengan citra yang ingin dibangunnya.

Sampai saat ini, belum ada kepastian mengenai alasan resmi Rosé menolak tawaran endorsement senilai 10 miliar won tersebut. Rosé dan agensinya juga belum memberikan tanggapan mengenai laporan yang beredar.

Meski begitu, kabar ini memperlihatkan bagaimana nilai komersial dan posisi Rosé di industri hiburan global semakin menguat. Setelah mencatat kesuksesan melalui karya solonya dan kolaborasi internasional, ia kini disebut semakin leluasa menentukan proyek yang akan membawa namanya ke publik.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *