
JAKARTA, wartametropolitan.com – Menikmati keindahan Kepulauan Seribu tidak berhenti pada panorama laut dan pulau-pulau kecil. Melalui Jakarta Ecotourism Festival 2026, puluhan peserta diajak melihat lebih dekat bagaimana potensi wisata bahari dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dua malam sejak 28 Agustus 2026 itu digelar oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta. Peserta berasal dari sejumlah kampus di Jakarta dan mengikuti rangkaian perjalanan untuk mengenal destinasi sekaligus praktik ekowisata di Kepulauan Seribu.
Perjalanan dimulai dari Dermaga Sunda Kelapa, Jakarta Utara. Dari titik tersebut, rombongan kemudian menyeberang menuju sejumlah pulau yang menjadi bagian dari rangkaian Jakarta Ecotourism Festival 2026.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Pulau Tidung Kecil. Peserta juga berkesempatan mendatangi Museum Tulang Ikan Hiu sebelum melanjutkan perjalanan ke Pulau Tidung Besar.
Setelah melaksanakan ibadah salat Jumat di Pulau Tidung Besar, rombongan bergerak menuju Pulau Pramuka. Pulau tersebut dikenal sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Seribu sekaligus salah satu kawasan yang memiliki potensi wisata dan edukasi bahari.
Di Pulau Pramuka, kegiatan tidak hanya diisi dengan aktivitas wisata. Peserta diarahkan untuk mengenal berbagai bentuk pelestarian ekosistem laut yang menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir.
Salah satu pengalaman yang diperoleh peserta adalah melihat kawasan perlindungan laut berbasis masyarakat. Mereka juga mengenal rehabilitasi terumbu karang dan mangrove, konservasi penyu hijau serta penyu sisik, hingga budidaya ikan nemo.
“Perairan Pulau Tidung dikenal sebagai kawasan perlindungan laut berbasis kemasyarakatan. Kami juga disuguhkan dan dapat mengeksplor tempat rehabilitasi ekosistem terumbu karang dan mangrove, konservasi penyu hijau dan penyu sisik, serta budidaya ikan nemo,” kata salah satu peserta.

Rangkaian edukasi kemudian berlanjut ke Pusat Suaka Penyu yang berada di Jalan Ikan Kerompis, Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Pulau Seribu Utara, Kepulauan Seribu. Di lokasi tersebut, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai kehidupan dan upaya perlindungan penyu.
Edukasi tersebut juga memperlihatkan bahwa ancaman terhadap satwa laut tidak hanya berasal dari kondisi alam. Sampah yang dibuang sembarangan dapat membahayakan penyu, termasuk ketika plastik bening tertelan karena disangka sebagai ubur-ubur.
Peserta juga diperkenalkan dengan siklus kehidupan penyu, mulai dari telur, tukik atau bayi penyu, hingga menjadi penyu dewasa. Di Kepulauan Seribu sendiri terdapat penyu sisik dan penyu hijau yang menjadi bagian dari ekosistem kawasan tersebut.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh gambaran bahwa ekowisata bukan sekadar mendatangi destinasi alam. Aktivitas wisata juga dapat menjadi sarana edukasi untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan mendorong masyarakat ikut menjaga ekosistem.
Jakarta Ecotourism Festival 2026 pun memberikan pengalaman berbeda bagi peserta. Selain menikmati destinasi Kepulauan Seribu, mereka dapat melihat secara langsung upaya konservasi serta memahami pentingnya menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan.





