JAKARTA, wartametropolitan.com – Momen singkat Jang Wonyoung dari grup K-Pop IVE bersama Rada, anggota A2O Lite menjadi perbincangan warganet setelah penampilan mereka di acara musik M Countdown.

Respons Wonyoung saat Rada membungkuk kepadanya memicu kritik, tetapi sejumlah warganet menilai tindakan sang idola masih wajar karena perbedaan senioritas.

Awalnya, IVE tampil di M Countdown, sementara NCT WISH dan A2O Lite bersaing memperebutkan kemenangan pekan itu. A2O Lite akhirnya keluar sebagai pemenang untuk ketiga kalinya.

Dalam momen penyerahan trofi, Rada yang berdiri di samping Wonyoung terlihat membungkuk kepada anggota IVE tersebut. Wonyoung kemudian membalas dengan anggukan kepala dan bertepuk tangan ketika A2O Lite menerima penghargaan.

Rekaman interaksi singkat itu menyebar di media sosial. Sebagian pengguna menilai respons Wonyoung terkesan angkuh karena tidak membalas gestur Rada dengan membungkuk.

Salah satu komentar yang beredar menyindir sikap Wonyoung dengan mengaitkannya pada citra queen bee, istilah yang merujuk pada sosok yang dianggap dominan atau merasa paling berkuasa dalam lingkungan sosial.

“Duh, Wonyoung sombong sekali, atau jangan-jangan dia memang sedang mempertahankan persona ‘ratu’ (queen bee) yang tidak mau membungkuk kepada siapa pun? Hahaha,” tulis netizen.

Namun, kritik tersebut tidak sepenuhnya mendapat dukungan. Sejumlah warganet justru membela Wonyoung dengan menyoroti status senioritasnya di industri K-Pop. Mereka menilai anggukan kepala yang diberikan Wonyoung sudah merupakan respons yang wajar dalam interaksi tersebut.

Kontroversi ini kembali menghidupkan perdebatan mengenai sikap Wonyoung di depan publik. Sebelumnya, anggota IVE itu beberapa kali mendapat tudingan memiliki perilaku seperti mean girl atau sosok yang dianggap gemar mencari perhatian. Meski demikian, tuduhan semacam itu juga kerap mendapat bantahan dan pembelaan dari warganet lainnya.

Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana interaksi singkat ant idol K-Pop dapat memicu beragam penafsiran di media sosial, terutama ketika menyangkut etika, gestur penghormatan, dan perbedaan senioritas di industri hiburan Korea Selatan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *