JAKARTA, wartametropolitan.com – Selena Gomez mengungkapkan pengalamannya berhenti menggunakan vape nikotin yang membuat suaranya berubah. Penyanyi sekaligus aktris asal Amerika Serikat itu mengakui bahwa meninggalkan kebiasaan tersebut bukan perkara mudah, tetapi ia menilai keputusan itu sepadan.

Dalam video yang dibagikan melalui Instagram Stories pada Minggu, 18 Oktober 2026, Gomez menyampaikan pesan kepada orang-orang yang sedang berusaha melepaskan diri dari ketergantungan nikotin agar tidak menyerah.

“Saya tidak akan bisa mengembalikan suara saya seperti semula,” ujarnya. “Sangat sulit untuk berhenti menggunakan nikotin… Benar-benar tidak sepadan.”

Perubahan suara Gomez sebenarnya telah lama menjadi bahan pembicaraan penggemar. Potongan video dari wawancara maupun acara karpet merah kerap beredar di media sosial dan memunculkan beragam spekulasi mengenai penyebabnya.

Pada Desember 2025, Gomez sempat menanggapi pertanyaan mengenai kondisi suaranya dalam sesi Instagram Live. Namun, saat hendak menjelaskan lebih jauh, ia memilih menghentikan pembicaraan.

“Jadi, terkadang saat saya sedang… ah, lupakan saja,” katanya. “Tidak ada alasan apa pun. Saya tidak terlalu peduli,” ujar dia lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Gomez juga menyebut tenggorokannya terkadang mengalami pembengkakan di bagian dalam. Meski demikian, ia tidak memberikan penjelasan medis terperinci mengenai kondisi tersebut.

Spekulasi mengenai perubahan suaranya turut dikaitkan dengan lupus, penyakit autoimun yang telah lama diidapnya. Kondisi tersebut pernah berdampak besar pada kesehatannya hingga ia menjalani transplantasi ginjal pada 2017.

Gomez sebelumnya juga pernah membicarakan pengaruh pengobatan lupus dan gangguan bipolar terhadap tubuhnya. Namun, pernyataan terbarunya mengenai penggunaan vape nikotin tidak secara khusus memastikan bahwa perubahan suara tersebut disebabkan oleh satu faktor tertentu.

Hingga kini, belum ada penjelasan medis terperinci yang dipublikasikan untuk memastikan penyebab perubahan suara Gomez maupun apakah kondisi itu benar-benar permanen.

Pengalaman yang dibagikannya menjadi pengingat tentang sulitnya melepaskan ketergantungan nikotin. Melalui pengakuannya, Gomez berharap orang lain yang tengah berusaha berhenti dari kebiasaan serupa tetap berupaya menjalani proses tersebut.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *