JAKARTA, wartametropolitan.com – Sylvester Stallone mengungkapkan penyesalannya karena selama bertahun-tahun memilih melakukan sendiri adegan berbahaya (stunt) dalam film. Kebiasaan itu meninggalkan dampak serius terhadap kondisi fisiknya, mulai cedera bahu hingga serangkaian operasi tulang belakang.

Dalam wawancara dengan Fox News Digital yang diberitakan pada 16 Oktober 2026, bintang serial Tulsa King itu menceritakan berbagai masalah kesehatan yang dialaminya setelah puluhan tahun membintangi film aksi.

“Kedua bahu saya pernah robek, mata saya… yah, berbagai macam lensa harus dipasang… sungguh brutal,” ujarnya.

Stallone yang berusia 80 tahun ini mengungkap bahwa kondisi tubuhnya tidak pernah benar-benar pulih seperti semula setelah menjalani sejumlah operasi. Ia tercatat telah menjalani sembilan operasi punggung dan tiga prosedur penyatuan tulang leher atau neck fusion. Selain itu, kedua bahunya mengalami kerusakan dan ia juga harus menjalani pemasangan lensa pada mata.

Salah satu cedera terberat yang dialami Stallone terjadi ketika menjalani produksi film The Expendables pada 2010. Dalam film tersebut, ia tidak hanya berperan sebagai aktor, tetapi juga bertindak sebagai sutradara.

Saat merekam adegan bersama pegulat WWE Steve Austin, Stallone mengalami patah tulang leher dan dislokasi bahu. Cedera tersebut membuatnya harus menjalani prosedur medis, termasuk pemasangan pelat logam di leher dan operasi penyatuan tulang belakang.

Sejak kejadian itu, ia mengaku kondisi fisiknya tidak pernah kembali seperti sebelumnya. Pengalaman tersebut juga mengubah pandangannya terhadap kebiasaan melakukan adegan berbahaya tanpa bantuan pemeran pengganti profesional.

Ketika ditanya apakah dirinya bangga dengan pengorbanan fisik selama berkarier, Stallone justru memberikan jawaban sebaliknya.

“Menurut saya, saya bodoh karena melakukan itu semua. Apakah saya bangga karena telah menghancurkan tubuh saya sendiri? Ya ampun, tentu saja tidak,” tutur dia.

Pengalaman panjang di industri film membuat Stallone menyampaikan peringatan kepada aktor lain agar tidak mengikuti kebiasaannya melakukan sendiri adegan berisiko tinggi.

“Jangan. Jangan lakukan. Biarkan para profesional yang mengerjakannya,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa tubuh manusia memiliki keterbatasan ketika menghadapi benturan keras. Cedera akibat adegan berbahaya juga dapat meninggalkan konsekuensi jangka panjang, bahkan setelah proses syuting berakhir.

Penyesalan tersebut turut ia ungkapkan dalam memoarnya, The Steps, yang disebut terbit pada bulan sebelumnya. Dalam buku itu, Stallone menggambarkan perlakuannya terhadap tubuh sendiri sebagai tindakan “masokistis” yang harus dibayar dengan konsekuensi besar.

Pengakuan Stallone menjadi pengingat bahwa adegan aksi yang terlihat mengesankan di layar dapat membawa risiko serius di balik proses produksinya. Karena itu, penggunaan pemeran pengganti profesional menjadi langkah penting untuk membantu melindungi keselamatan aktor.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *