
JAKARTA, wartametropolitan.com – Rapper Sean “Diddy” Combs dikabarkan mengalami cedera kepala setelah terlibat perkelahian dengan seorang narapidana kasus perdagangan narkoba asal Jamaika di Lembaga Pemasyarakatan Federal Fort Dix, New Jersey, Amerika Serikat. Insiden tersebut disebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan setelah muncul laporan mengenai kondisi kehidupan Combs selama menjalani hukuman.
Mengutip laporan TMZ, Diddy sempat dibawa ke rumah sakit pada Jumat karena mengalami keadaan darurat medis. Meski demikian, pihak berwenang tidak mengungkapkan secara terperinci gangguan kesehatan yang dialaminya.
Laporan tersebut menyebut Combs mengalami cedera ketika terlibat perkelahian fisik dengan seorang narapidana yang dikenal dengan nama Dudus. Kepalanya dikabarkan terbentur tempat tidur saat insiden berlangsung.
Combs disebut tidak menjalani rawat inap dan telah kembali ke penjara pada Sabtu pagi. Namun, kabar mengenai perkelahian tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen oleh perwakilan sang rapper.
Laporan Kehidupan Mewah Diddy Diduga Picu Ketegangan
Ketegangan di dalam penjara diduga berkaitan dengan investigasi NBC News yang menyoroti kondisi kehidupan Diddy selama menjalani hukuman di Fort Dix. Laporan itu memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan adanya perlakuan istimewa terhadap musisi tersebut.
Publikasi investigasi tersebut kabarnya diikuti penggeledahan oleh petugas penjara dan penyitaan sejumlah telepon seluler milik narapidana, termasuk milik Christopher Coke.
Situasi itu disebut memicu kemarahan di antara para penghuni penjara. Sejumlah narapidana diduga menyalahkan Combs karena pemberitaan mengenai dirinya membuat pengawasan terhadap fasilitas pemasyarakatan semakin ketat.
Meski demikian, dugaan mengenai penyebab pertikaian tersebut masih berdasarkan laporan media dan belum dikonfirmasi secara independen.
Christopher Coke, yang dikenal dengan nama Dudus, merupakan narapidana asal Jamaika yang menjalani hukuman penjara selama 23 tahun dalam kasus perdagangan narkoba. Ia diekstradisi ke Amerika Serikat pada 2010 dan kemudian mengaku bersalah atas konspirasi pemerasan atau racketeering.
Menanggapi kabar tersebut, perwakilan Combs menyampaikan kepada Page Six bahwa pihaknya belum dapat memastikan secara independen kebenaran laporan mengenai pertikaian di penjara.
Juru bicara tersebut juga menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan Combs menjadi perhatian utama.
Sementara itu, pihak berwenang belum mengungkapkan secara terbuka rincian mengenai insiden yang dikabarkan menyebabkan cedera kepala tersebut.
Sean Combs saat ini menjalani hukuman federal selama 50 bulan setelah dinyatakan bersalah atas dua dakwaan terkait pengangkutan seseorang untuk tujuan prostitusi.
Pada 2025, ia dibebaskan dari dakwaan konspirasi pemerasan dan perdagangan orang untuk tujuan eksploitasi seksual. Berdasarkan laporan yang menjadi sumber berita ini, tanggal perkiraan pembebasannya adalah 2 Maret 2028.
Kabar mengenai dugaan perkelahian tersebut kembali menempatkan kondisi kehidupan Combs selama berada di balik jeruji dalam perhatian publik. Meski demikian, detail insiden, termasuk pemicu dan kronologi lengkapnya, masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.





