JAKARTA, wartametropolitan.com – Nama Christopher “Dudus” Coke, narapidana kasus perdagangan narkoba asal Jamaika, mencuat setelah muncul laporan mengenai dugaan perkelahian dengan rapper Sean “Diddy” Combs di Lembaga Pemasyarakatan Federal Fort Dix, New Jersey, Amerika Serikat.

Insiden tersebut dikabarkan menyebabkan Diddy mengalami cedera kepala hingga harus dibawa ke rumah sakit pada 10 Oktober 2026. Menurut laporan TMZ, pertikaian itu diduga dipicu ketegangan setelah pemberitaan mengenai kondisi kehidupan Diddy selama menjalani hukuman di penjara.

Laporan NBC News disebut menyoroti dugaan perlakuan istimewa yang diterima musisi berusia 56 tahun tersebut. Pemberitaan itu kabarnya memicu sedikitnya dua kali penggeledahan di fasilitas pemasyarakatan, termasuk penyitaan telepon seluler milik Coke dan sejumlah narapidana lainnya.

Namun, dugaan keterlibatan Coke dalam perkelahian tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen oleh perwakilan Diddy.

Siapa Christopher Coke alias Dudus?

Christopher Coke dikenal dengan julukan Dudus dan merupakan mantan pemimpin geng Shower Posse di Jamaika. Ia mengambil alih kepemimpinan kelompok tersebut setelah ayahnya meninggal dunia.

Coke dikenal dalam kasus kriminal yang berkaitan dengan perdagangan narkoba dan senjata api. Perjalanan hukumnya di Amerika Serikat berujung pada vonis penjara selama 23 tahun pada 2012, setelah ia mengaku bersalah atas sejumlah dakwaan terkait perdagangan narkoba dan senjata api.

Sebelum menjalani hukuman, Coke diekstradisi dari Jamaika ke Amerika Serikat pada 2010. Proses ekstradisi itu berlangsung setelah operasi keamanan besar-besaran di Kingston, Jamaika, yang dilaporkan menewaskan lebih dari 70 warga sipil.

Namanya kembali menjadi perhatian setelah dikaitkan dengan dugaan pertikaian bersama Diddy di Fort Dix. Meski demikian, informasi mengenai peran Coke dalam insiden tersebut masih sebatas laporan media.

Perwakilan Diddy, Juda Engelmayer, menanggapi kabar mengenai dugaan perkelahian tersebut melalui pernyataan kepada Daily Mail.

“Kami tidak memiliki cara untuk memverifikasi informasi ini secara independen. Fokus kami adalah pada kesehatan dan kesejahteraan Sean,” katanya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pihak Diddy belum dapat memastikan kebenaran laporan mengenai insiden di penjara.

Hingga laporan ini disusun, belum ada konfirmasi independen mengenai kronologi lengkap pertikaian maupun penyebab pasti cedera kepala yang dialami Diddy.

Kasus ini juga kembali memunculkan perhatian terhadap kondisi kehidupan Diddy selama menjalani hukuman di Fort Dix. Meski laporan mengenai dugaan perlakuan istimewa disebut memicu ketegangan, hubungan langsung antara pemberitaan tersebut dan insiden yang dilaporkan masih belum terverifikasi.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *