
JAKARTA, wartametropolitan.com – Pangeran Harry dikabarkan menerima bayaran sebesar 250 ribu USD atau sekira Rp4 miliar melalui kesepakatan dengan platform pembelajaran MasterClass. Laporan tersebut turut mengaitkan wawancara emosional Duke of Sussex dengan majalah GQ dengan kegiatan promosi kelas daring yang membahas kedukaan.
Menurut laporan yang dikutip dari seorang narasumber oleh komentator kerajaan Rob Shuter, kesepakatan itu mencakup dua kewajiban, yakni mengisi kelas berdurasi 45 menit dan membantu mempromosikan program tersebut.
“Kesepakatan Harry terdiri dari dua bagian. Pertama, mengisi MasterClass. Kedua, membantu memasarkannya,” ujar Shuter.
Narasumber yang sama juga mempertanyakan sifat wawancara Harry dengan GQ. Ia menduga percakapan tersebut merupakan bagian dari strategi pemasaran, bukan sekadar pengungkapan pengalaman pribadi secara spontan.
“Wawancara dengan GQ itu bukanlah pengakuan emosional yang spontan, melainkan sebuah promosi,” katanya.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa pihak MasterClass diduga turut memperoleh manfaat promosi dari wawancara tersebut. Dengan demikian, kedua pihak disebut mendapatkan eksposur melalui kerja sama yang sama.
“Harry mendapatkan publisitas, MasterClass mendapatkan publisitas, dan semua pihak diuntungkan,” tuturnya.
Selain bayaran awal, muncul klaim bahwa Harry mungkin menegosiasikan pembagian pendapatan berdasarkan jumlah pelanggan berlangganan. Namun, informasi mengenai skema tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
“Angka $250.000 itu mungkin baru permulaan,” kata seorang narasumber kepada komentator masalah kerajaan tersebut.
“Setiap pelanggan baru bisa berarti tambahan penghasilan bagi Harry,” ujarnya lagi.
Waktu wawancara itu juga menjadi bahan perbincangan karena berlangsung ketika Raja Charles tengah menjalankan tugas diplomatik. Seorang narasumber menyoroti perbedaan aktivitas keduanya, dengan Harry disebut sedang memasarkan materi pengembangan diri.
Laporan tersebut kemudian memunculkan kritik mengenai keputusan Harry menjadikan pengalaman kedukaan sebagai bagian dari produk komersial. Meski demikian, klaim mengenai nilai bayaran, tujuan wawancara, dan skema pembagian pendapatan masih bersumber dari laporan serta pernyataan narasumber, bukan konfirmasi resmi dari Pangeran Harry maupun MasterClass.





