
JAKARTA, wartametropolitan.com – Emilia Clarke mengungkap pengalaman emosional setelah selamat dari aneurisma otak yang nyaris merenggut nyawanya.
Pemeran Daenerys Targaryen dalam serial Game of Thrones itu mengaku pernah merasa dirinya “ditakdirkan untuk mati.”
Pengakuan tersebut disampaikan Clarke saat tampil dalam podcast “How to Fail”. Dalam wawancara, aktris kelahiran 1986 tersebut menceritakan dampak psikologis yang ia alami setelah menjalani operasi otak pada 2011 dan 2013.
“Saya menutup diri secara emosional,” kata Clarke.
Dia mengaku sulit menatap mata orang lain karena merasa tubuh dan otaknya telah mengkhianatinya.
“Rasanya seperti saya tidak bisa menatap mata siapa pun… karena Anda berjalan-jalan dengan kesadaran bahwa tubuh Anda telah mengecewakan Anda. Otak Anda telah mengecewakan Anda.”
Clarke mengatakan operasi pertama membuatnya merasa seperti berhasil “menipu kematian”. Namun setelah itu, ia justru dihantui ketakutan bahwa ancaman lain akan datang sewaktu-waktu.
“Ini akan datang dan menjemputku,” ujar dia.
Meski begitu, pengalaman kedua justru mengubah sudut pandangnya. Ia mengaku mulai merasa bersyukur karena masih bertahan hidup dan berusaha menjalani hidup dengan lebih kuat.
Aktris yang pernah meraih nominasi Emmy itu juga mengaku menjadi sangat sensitif terhadap sakit kepala karena selalu khawatir aneurisma kembali terjadi.
“Tidak ada pilihan lain selain terus maju,” katanya.
Ia juga menyebut dirinya tidak memberi cukup “kelonggaran” selama masa pemulihan setelah operasi besar tersebut.
Perjuangan kesehatan Emilia Clarke pertama kali diketahui publik lewat esainya di majalah The New Yorker pada 2019. Saat itu, ia mengungkap aneurisma pertama menyebabkan stroke dan memaksanya menjalani operasi darurat. Sementara aneurisma kedua memicu pendarahan hebat hingga membutuhkan operasi tengkorak.
Setelah melalui masa sulit itu, Clarke mendirikan badan amal SameYou yang fokus membantu penyintas cedera otak.
Pada 2022 lalu, Clarke juga sempat mengejutkan penggemar setelah mengungkap sebagian otaknya tidak lagi berfungsi akibat kerusakan yang dialaminya.
“Jumlah bagian otak saya yang tidak lagi dapat digunakan—sungguh luar biasa bahwa saya mampu berbicara, terkadang dengan jelas, dan menjalani hidup saya sepenuhnya normal tanpa dampak apa pun,” katanya kepada BBC One.
Kini, Emilia Clarke mengaku dirinya termasuk kelompok kecil orang yang mampu bertahan hidup setelah mengalami kondisi seperti itu. Ia pun memilih melihat perjalanan hidupnya dengan rasa syukur meski pernah berada di titik terendah dalam hidupnya.





