JAKARTA, wartametropolitan.com – Meta mulai membawa Muse AI lebih dekat ke aktivitas pengguna Instagram dengan mengintegrasikan agen kecerdasan buatan tersebut langsung ke tombol bagikan.

Kehadiran Muse di area berbagi membuat pengguna tidak perlu berpindah ke aplikasi chatbot lain ketika ingin berinteraksi dengan sebuah konten. Fitur ini memungkinkan pengguna membagikan informasi kepada Muse sekaligus memberikan perintah terkait konten yang sedang mereka lihat.

Muse merupakan agen AI pribadi yang dirancang untuk membantu pengguna mengelola dan berinteraksi dengan berbagai informasi di ekosistem aplikasi Meta. Melalui koneksi dengan Instagram di Accounts Center, Muse dapat mengakses sejumlah informasi seperti postingan yang disimpan, pesan, serta feed pengguna.

Dengan kemampuan tersebut, pengguna dapat mencari kembali konten melalui percakapan secara alami. Salah satu contohnya adalah ketika pengguna ingin menemukan resep yang pernah disimpan atau ditandai beberapa bulan sebelumnya.

Muse tidak hanya berfungsi sebagai alat pencarian. Agen AI ini juga dibekali kemampuan penalaran untuk memahami perintah, membantu pekerjaan kreatif, menjawab pertanyaan, serta menjalankan sejumlah tugas digital.

Integrasi dengan Instagram juga memungkinkan Muse membangun konteks berdasarkan interaksi pengguna. Informasi tersebut dapat digunakan untuk memahami preferensi dan riwayat aktivitas sehingga pengalaman menggunakan layanan berbasis AI menjadi lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing pengguna.

Penempatan Muse pada tombol bagikan menjadi bagian dari upaya Meta memperluas penggunaan AI di dalam layanan yang sudah digunakan sehari-hari. Area tersebut dipilih karena pengguna memang terbiasa menggunakannya untuk berinteraksi dengan berbagai postingan.

Melalui tombol tersebut, pengguna dapat meminta bantuan Muse untuk memahami sebuah Reel, membuat ringkasan konten, maupun membagikan informasi tertentu kepada agen AI tersebut.

Integrasi ini sekaligus memperlihatkan strategi Meta untuk menjadikan Muse sebagai bagian dari pengalaman penggunaan berbagai platformnya. Setelah Instagram, pengalaman AI berbasis Muse juga diarahkan untuk hadir lebih luas di ekosistem Meta, termasuk WhatsApp.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *