
JAKARTA, wartametropolitan.com – Kisah hidup Michael Jackson dalam film biopik Michael rupanya belum selesai. Sekuel film tersebut, yang untuk sementara berjudul Michael 2, disebut akan menggali lebih jauh bagian kehidupan sang Raja Pop yang selama ini menjadi perdebatan, termasuk berbagai tuduhan pelecehan seksual yang pernah mengiringi perjalanan kariernya.
Film Michael menampilkan Jaafar Jackson, keponakan Michael Jackson, sebagai pemeran utama. Jaafar sebelumnya mengungkapkan keyakinannya bahwa film kedua akan memberikan sudut pandang yang lebih luas mengenai kehidupan pamannya, terutama dari sisi Michael sendiri.
Dalam wawancara dengan GQ, Jaafar menjelaskan bahwa sejumlah kontroversi yang menimpa Michael selama ini banyak disampaikan melalui sudut pandang pihak lain. Karena itu, ia menilai sekuel memiliki kesempatan untuk menghadirkan perspektif yang lebih dekat dengan pengalaman Michael.
“Menurut saya, film kedua akan memberikan wawasan lebih jauh dari sudut pandang Michael sendiri, karena pada akhirnya, [tuduhan-tuduhan itu] selalu berasal dari perspektif orang lain. Itu adalah cerita orang lain. Itu adalah pandangan orang lain mengenai hal tersebut, dan sebagian besar didorong oleh agenda tertentu. Dan itulah sebenarnya masalah yang kami hadapi sebagai keluarga—suara Michael tidak didengar. Saya rasa hal itu sangat, sangat penting, terutama pada tahun-tahun terakhir hidupnya,” kata Jaafar.
Jaafar juga menilai keputusan membagi kisah Michael Jackson ke dalam dua film memberikan ruang yang lebih memadai untuk memperkenalkan sosok penyanyi tersebut secara lebih utuh. Film pertama berfokus pada perjalanan Michael sejak masa awal sebelum dirinya menjadi ikon musik dunia.
Menurut Jaafar, pendekatan tersebut diperlukan agar penonton tidak hanya melihat Michael sebagai superstar, tetapi juga memahami pribadi yang berada di balik popularitasnya.
“Film pertama ini berfokus pada Michael sejak awal mula perjalanan hidupnya. Jadi, Anda mendapatkan gambaran tentang siapa dirinya sebelum meraih kesuksesan besar dan menjadi ikon yang dikenal banyak orang; Anda memahami sosoknya sebagai manusia terlebih dahulu, karena pada akhirnya, itulah jati dirinya sejak tahun 90-an hingga ia wafat,” tutur dia.
Jaafar berharap sisi kemanusiaan Michael juga tetap terasa ketika film kedua mengangkat periode kehidupan yang lebih rumit. Ia menggambarkan pamannya sebagai sosok yang tetap mempertahankan kebaikan meski menghadapi berbagai persoalan dan tekanan publik.
“Ia tidak pernah kehilangan kemurnian hati itu, ataupun keinginannya untuk selalu melihat sisi baik dalam diri orang lain. Dan terlepas dari segala hal yang ia alami, bagaimana ia diperlakukan, serta apa pun yang dikatakan orang tentangnya, ia tidak pernah berhenti memperlakukan orang lain dengan kebaikan. Ia tidak pernah berhenti memercayai dan mencari sisi baik dalam diri orang lain… meskipun ia terluka secara batin, hatinya tetap sama… Saya berharap hal ini dapat dirasakan dalam film kedua nanti.”
Kontroversi mengenai Michael Jackson memang telah berlangsung selama puluhan tahun. Sejumlah tuduhan pelecehan seksual terhadap anak mencuat sejak 1993 hingga menjelang akhir hidupnya pada 2009.
Dalam perkara perdata pada 1993, Michael mencapai kesepakatan finansial dengan pihak yang menuduhnya. Namun, dalam persidangan pidana pada 2005, ia dinyatakan tidak bersalah atas seluruh tuduhan yang diajukan kepadanya. Pihak ahli waris Michael juga membantah adanya kesalahan yang dituduhkan kepada sang musisi.
Setelah Michael meninggal dunia pada 2009, kontroversi kembali menjadi perhatian melalui film dokumenter Leaving Neverland yang dirilis pada 2019. Dokumenter tersebut kembali memunculkan tuduhan terhadap sang bintang, meskipun Michael sendiri telah meninggal dunia.
Di tengah kontroversi tersebut, popularitas Michael Jackson tetap bertahan. Musik dan warisannya terus mendapat perhatian penggemar di berbagai belahan dunia, bahkan bertahun-tahun setelah kematiannya.
Selain membahas rencana Michael 2, Jaafar juga memberikan sedikit gambaran mengenai kemungkinan keterlibatan Janet Jackson dalam proyek film keluarga Jackson. Janet disebut belum banyak muncul dalam cerita film pertama, meskipun memiliki hubungan penting dengan Michael, baik secara keluarga maupun dalam perjalanan kariernya.
“Saya tidak ingin mendahului keadaan, tetapi Janet memiliki gagasan untuk mungkin membuat filmnya sendiri,” ujar Jaafar.
Hingga saat ini, Michael 2 belum memiliki tanggal tayang resmi. Jika proyek tersebut benar-benar direalisasikan, film kedua berpotensi menjadi bagian penting dalam menggambarkan periode kehidupan Michael Jackson yang paling kompleks sekaligus kontroversial.





