JAKARTA, wartametropolitan.com – Pemerintah Provinsi Jakarta mencatat realisasi pengeluaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 mencapai Rp10,38 triliun hingga akhir Maret. Angka tersebut setara 13,97 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp81,32 triliun.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa penggunaan anggaran pada awal tahun ini difokuskan untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas daerah. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di ibu kota.

Selain belanja daerah, realisasi penerimaan pembiayaan juga menunjukkan capaian signifikan. Hingga kuartal pertama 2026, penerimaan pembiayaan telah mencapai Rp5,82 triliun atau 58,92 persen. Sementara itu, pengeluaran pembiayaan baru terealisasi Rp243,2 miliar atau 3,45 persen.

“Perhitungan surplusnya adalah Rp4,77 triliun,” kata Pramono.

Dalam upaya menjaga efektivitas anggaran, Pemprov Jakarta juga telah menyelesaikan puluhan ribu paket pengadaan. Tercatat sebanyak 94.798 paket telah rampung, dan percepatan proses pengadaan terus didorong untuk menjaga kinerja anggaran tetap optimal.

Di sisi lain, kondisi ekonomi Jakarta menunjukkan tren yang menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi pada tahun sebelumnya mencapai 5,21 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 5,11 persen. Indikator kepercayaan konsumen pun menguat pada awal tahun ini.

“Pada Maret 2026, Indeks Kepercayaan Konsumen dalam kondisi geopolitik seperti ini memiliki optimisme yang sangat tinggi sebesar 145,5,” tutur dia.

Tingginya tingkat optimisme tersebut dinilai mencerminkan keyakinan masyarakat terhadap stabilitas ekonomi Jakarta di tengah dinamika global.

Kinerja anggaran juga mulai berdampak pada sektor transportasi publik. Kampanye penggunaan transportasi umum mendapat respons positif dari masyarakat. Sepanjang kuartal pertama 2026, jumlah pengguna transportasi umum tercatat mencapai 112 juta orang.

“Saat ini, jumlah penumpang yang menggunakan transportasi umum pada kuartal pertama telah mencapai 112 juta,” ucapnya.

Sebagai bagian dari strategi pembangunan 2026, Pemprov Jakarta menetapkan sejumlah program prioritas. Fokus tersebut meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan daya saing ekonomi, penciptaan lapangan kerja layak, transformasi tata kelola pemerintahan, pembangunan infrastruktur, pengembangan kota rendah karbon, hingga penguatan kawasan berbasis mobilitas dan transit.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *