
JAKARTA, wartametropolitan.com — Nama BTS kembali terseret dalam perdebatan mengenai sistem wajib militer Korea Selatan. Kali ini, Jungkook cs dikaitkan dengan polemik keringanan wajib militer yang mencuat setelah tim sepak bola putra Korea Selatan meraih medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Korea Selatan memastikan gelar juara setelah mengalahkan Jepang 1-0 pada partai final. Hasil tersebut membuat tim sepak bola putra Korea Selatan kembali meraih emas untuk keempat kalinya secara berturut-turut.
Selain membawa pulang medali, kemenangan itu juga membuat pemain yang memenuhi ketentuan memperoleh keuntungan terkait kewajiban wajib militer berdasarkan aturan yang berlaku di Korea Selatan.
Namun, pernyataan sejumlah pemain setelah pertandingan justru memicu kontroversi. Salah satunya adalah Yang Minhyuk yang ikut berperan dalam proses terciptanya gol kemenangan.
Ketika ditanya mengenai arti medali emas yang diraihnya, Yang Minhyuk mengungkapkan bahwa pembebasan dari wajib militer menjadi salah satu hal yang menjadi pertimbangannya saat bertanding.
“Sejujurnya, menurut saya medali atau trofi itu tidak penting. Keuntungan yang akan saya terima adalah pembebasan dari wajib militer, jadi itulah satu-satunya hal yang saya incar saat bermain,” kata Minhyuk.
Pernyataan itu kemudian memicu kritik publik. Kapten Lee Gihyuk juga turut menjadi perhatian setelah memberikan komentar mengenai keuntungan tidak perlu menjalani wajib militer setelah meraih medali emas.
Di tengah kontroversi tersebut, Park Seungsoo yang baru berusia 19 tahun 1juga mengunggah foto dirinya mengenakan discharge cap atau topi tanda selesai wajib militer di ruang ganti.
Perdebatan kemudian melebar ketika nama BTS ikut muncul dalam pemberitaan dan diskusi publik mengenai sistem keringanan wajib militer. Kondisi itu terjadi karena para anggota BTS diketahui telah menyelesaikan kewajiban militer mereka.
Salah satu pemberitaan bahkan membandingkan situasi para pemain peraih medali emas dengan BTS yang tetap menjalani wajib militer meskipun berstatus sebagai bintang global.
“Di era di mana bintang global sekalipun, seperti BTS, menjalani wajib militer, apakah adil jika medali emas Asian Games secara langsung berujung pada hak istimewa berupa pembebasan wajib militer?” tutur dia.
Perbandingan tersebut justru memunculkan reaksi keras dari warganet Korea Selatan. Banyak yang mempertanyakan alasan BTS kembali dikaitkan dengan kontroversi yang tidak berhubungan langsung dengan mereka.
Sejumlah warganet menilai para anggota BTS telah memenuhi kewajiban mereka sehingga tidak seharusnya nama grup tersebut kembali digunakan dalam perdebatan mengenai sistem wajib militer.
“BTS benar-benar selalu diseret ke dalam setiap masalah, ya,” tulis netizen.
Kritik serupa juga muncul dari warganet yang meminta publik berhenti mengaitkan BTS dengan persoalan tersebut.
“Tolong, biarkan saja BTS tenang sekarang karena mereka sudah menyelesaikan wajib militer. Dan bagi para komentator yang sebenarnya tahu betul bahwa artikel itu sengaja memancing orang demi clicks, tapi tetap saja meluapkan rasa rendah diri dan omong kosong mereka—pergi saja sana,” tulis netizen.
Sebagian warganet lainnya justru mengarahkan perdebatan pada sistem keringanan wajib militer itu sendiri. Mereka menilai kontroversi tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali aturan yang memberikan keuntungan bagi atlet peraih medali tertentu.
“Setelah melihat wawancara itu, menurutku memang sudah saatnya menghapus aturan pengecualian wajib militer, dimulai dari ajang Asian Games,” tulis warganet.
Namun, ada pula yang menilai persoalan tersebut seharusnya dibahas tanpa membawa nama BTS.
“Duh, bahas saja hal ini tanpa perlu membawa-bawa BTS,” tulis netizen.
Komentar lain menegaskan bahwa BTS tidak memiliki kaitan langsung dengan kontroversi yang muncul setelah kemenangan tim sepak bola Korea Selatan.
“Aku bahkan bukan penggemar BTS, tapi mereka kan sudah menjalani wajib militer, jadi apa hubungannya dengan mereka…?” tulis warganet.
Seruan agar BTS tidak kembali diseret ke dalam polemik pun terus bermunculan.
“Jangan bawa-bawa BTS lagi dalam masalah ini,” tulis netizen.
“Seharusnya kalian bertengkar sesama sendiri saja tanpa perlu mengaitkan BTS dengan urusan wajib militer… Mereka sudah terlalu sering diseret-seret dalam masalah ini sampai aku benar-benar muak,” tulis netizen lainnya.
Polemik tersebut akhirnya tidak lagi sebatas memperdebatkan komentar para pemain sepak bola. Pembahasan mengenai keringanan wajib militer turut berkembang menjadi isu yang lebih luas, termasuk seruan dari sejumlah politisi untuk mengevaluasi sistem yang berlaku.
Di sisi lain, terdapat pandangan bahwa pernyataan para pemain tidak semestinya dijadikan alasan untuk kepentingan politik.
Bagi sebagian besar warganet yang bereaksi terhadap isu tersebut, persoalan yang paling disorot adalah kembali munculnya nama BTS. Setelah seluruh anggota grup menyelesaikan kewajiban wajib militer mereka, publik menilai pembahasan mengenai sistem tersebut seharusnya tidak terus-menerus menyeret BTS ke dalam kontroversi yang berbeda.





