JAKARTA, wartametropolitan.com – DPRD DKI Jakarta melalui Komisi D menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur di Ibu Kota. Penekanan ini muncul agar pengembangan kota tidak hanya berfokus pada kawasan wisata atau titik ikonik, melainkan juga menjangkau wilayah penunjang yang memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk pada akses jalan, penerangan, trotoar, hingga konektivitas menuju transportasi publik. Hal ini dinilai krusial untuk mendukung Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan terintegrasi.

“Kalau kita bicara Jakarta sebagai kota global, sepatutnya tidak hanya fokus pada pusat-pusat wisata atau ikon kota, tetapi juga memastikan wilayah lain, terutama akses menuju transportasi publik atau hub, memiliki infrastruktur yang memadai,” kata Yuke.

Ia menegaskan, perhatian terhadap kawasan penunjang menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan dan kelancaran mobilitas warga. Komisi D pun menyatakan dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membenahi sejumlah kawasan strategis, dengan tetap menitikberatkan pemerataan pembangunan.

Selain aspek distribusi pembangunan, Yuke juga menyoroti kualitas pengerjaan infrastruktur, khususnya jalan. Ia mengingatkan bahwa perbaikan tidak boleh bersifat sementara atau sekadar menutup kerusakan di permukaan.

“Sering kali jalan sudah diperbaiki, tetapi kembali rusak karena masalah di bawahnya, seperti saluran air yang tidak baik atau kondisi tanah yang labil. Ini harus dituntaskan terlebih dahulu agar hasilnya lebih tahan lama,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengawasan dan respons cepat dari petugas lapangan dalam menangani kerusakan infrastruktur. Menurutnya, tindakan proaktif tanpa menunggu laporan masyarakat akan mencegah kerusakan menjadi lebih parah.

“Kalau ada kerusakan kecil, sebaiknya langsung ditangani. Tidak perlu menunggu aduan, supaya kondisinya tidak semakin parah,” ucap dia.

Yuke juga mengakui bahwa faktor cuaca kerap menjadi kendala dalam proses perbaikan. Namun, ia berharap musim kemarau dapat dimanfaatkan secara optimal untuk melakukan pembenahan yang lebih permanen, sehingga kualitas infrastruktur di Jakarta dapat meningkat secara berkelanjutan.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *