
JAKARTA, wartametropolitan.com – Jejak masa muda Ratu Elizabeth II kembali menarik perhatian melalui sebuah sketsa langka yang akan dilelang di London. Karya menggunakan kapur merah itu diperkirakan terjual 2.000 pound sterling atau sekira Rp40 juta, menghadirkan kesempatan bagi kolektor untuk memiliki potret mendiang penguasa Inggris itu saat masih menjadi putri.
Sketsa yang dibuat pada 1933 itu merupakan karya persiapan seniman asal Hungaria, Philip de László, sebelum melukis potret Elizabeth dalam media cat minyak. Pada masa tersebut, Elizabeth masih dikenal sebagai Putri Elizabeth dari York. Lukisan akhir dari sketsa itu kini tersimpan dalam Koleksi Kerajaan Inggris.
Karya tersebut dijadwalkan dilelang di Chelsea, London, pada 22 Oktober 2026. Keberadaannya menjadi bagian dari penelusuran sejarah keluarga kerajaan melalui karya seni yang menggambarkan Elizabeth sebelum naik takhta.
Selain sketsa tersebut, kenangan masa kecil Elizabeth juga hadir melalui sebuah karya kolase yang akan dilelang di Waddington’s, Toronto, Kanada. Karya ini berasal dari buku mewarnai yang disusun Elizabeth ketika berusia delapan tahun dan diperkirakan bernilai 6.000 pound sterling.
Kolase itu menampilkan adegan dari kisah The Pied Piper atau Sang Peniup Seruling. Elizabeth membuatnya menggunakan krayon dan gunting, menggambarkan tokoh peniup seruling beserta anak-anak, kemudian melengkapi latar dengan rumah dan pepohonan sebelum menempelkan potongan gambar pada kertas berukuran lebih besar.
Salah satu detail menarik terdapat pada tanda tangan ‘Lilibet’, nama panggilan Elizabeth semasa kecil. Pada bagian lain kertas, ibundanya menuliskan keterangan: “Dilukis oleh Putri Elizabeth dari York, Natal 1934”.
Karya berukuran sekitar 35,5 x 68,5 sentimeter tersebut memiliki riwayat tersendiri. Pada dekade 1950-an, seorang anggota keluarga kerajaan yang identitasnya tidak diungkap memberikan kolase itu kepada James Ryan, pekerja perusahaan jasa pindahan Bishop’s Move yang mendapat pekerjaan dari Istana Buckingham.
Spesialis Waddington’s, Sean Quinn, menilai karya tersebut memiliki daya tarik karena memperlihatkan sisi personal Elizabeth sebelum dikenal sebagai ratu.
“Ini adalah karya seni yang menawan, yang mengingatkan kita bahwa mendiang Ratu Elizabeth II yang kita cintai pernah menjadi seorang gadis kecil bernama Lilibet yang gemar mewarnai. Karya seni dari Yang Mulia tidaklah mudah ditemukan, dan saya memperkirakan karya ini akan menarik minat yang besar,” ucapnya.
Kemunculan dua karya tersebut memperlihatkan bahwa benda-benda sederhana dari masa kecil keluarga kerajaan dapat memiliki nilai sejarah sekaligus daya tarik bagi kolektor. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah gambar yang dibuat Elizabeth semasa kecil juga telah muncul di berbagai pelelangan.





