
JAKARTA, wartametropolitan.com – Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berdampak hingga Jakarta membuat perhatian terhadap kesehatan warga kembali mengemuka. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta didorong memperkuat imbauan penggunaan masker dan kacamata, khususnya di berbagai fasilitas transportasi umum.
Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Wahyu Dewanto menilai ruang publik menjadi salah satu titik penting untuk memperluas edukasi mengenai perlindungan diri dari potensi paparan abu vulkanik. Imbauan tersebut dinilai perlu menjangkau pengguna Transjakarta dan moda transportasi umum lainnya.
“Saya kira sangat baik upaya yang telah dan terus dilakukan Pemprov DKI sehubungan dengan meletusnya Gunung Anak Krakatau. Tentu ini semua dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan warga Jakarta,” kata Wahyu.
Langkah pencegahan tidak cukup hanya dilakukan ketika kondisi abu vulkanik mulai terasa. Menurutnya, perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kemungkinan dampaknya terhadap wilayah Jakarta perlu dipantau secara berkelanjutan.
Ia juga mendorong agar pemerintah memperluas penyampaian informasi kepada masyarakat. Dengan edukasi yang dilakukan secara konsisten, warga dapat lebih memahami langkah perlindungan yang perlu diterapkan ketika beraktivitas di luar ruangan maupun menggunakan transportasi umum.
“Pemprov juga dapat mengupayakan imbauan di tempat-tempat umum, termasuk di seluruh transportasi umum seperti koridor Transjakarta, terutama untuk penggunaan masker dan kacamata,” katanya.
Selain imbauan kesehatan, persoalan ketersediaan masker di pasaran juga menjadi perhatian. Wahyu meminta pemerintah memastikan kebutuhan masyarakat terhadap alat pelindung tersebut tetap dapat terpenuhi apabila dampak erupsi berlangsung lebih lama.
“Ketersediaan masker perlu terus dipantau dan diupayakan, termasuk bekerja sama dengan instansi dan lembaga terkait,” tuturnya.
Kesiapan pasokan dinilai penting untuk mencegah munculnya persoalan baru di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat. Wahyu mengingatkan, kondisi tersebut berpotensi diikuti kenaikan harga masker apabila permintaan meningkat sementara persediaan terbatas.
Ia meminta kemungkinan kelangkaan hingga lonjakan harga yang tidak wajar segera diantisipasi. Pengawasan terhadap distribusi dan harga masker dinilai diperlukan agar masyarakat tetap dapat memperoleh perlindungan dengan harga yang terjangkau.
“Sekiranya terjadi kelangkaan dan kenaikan harga yang berlebihan, tentu bisa diupayakan penyelidikan dan penanggulangannya, terutama bila kejadian ini diperkirakan berlangsung lebih lama,” ucap dia.
Dorongan DPRD DKI tersebut menempatkan aspek kesehatan masyarakat sebagai bagian penting dari mitigasi dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Selain pemantauan aktivitas gunung, kesiapan informasi, perlindungan diri, serta ketersediaan masker menjadi langkah yang perlu diperhatikan selama potensi dampak masih berlangsung.
Bagi warga Jakarta, penggunaan masker dan kacamata saat berada di ruang terbuka maupun ketika menggunakan transportasi umum menjadi salah satu bentuk kewaspadaan yang disoroti. Pemerintah juga diharapkan terus memastikan informasi mengenai kondisi terkini dan langkah perlindungan dapat diterima masyarakat secara luas.





